Volume Pattern Dan Cara Analisa

Dalam pasaran saham, selain data harga terdapat juga data volume. Volume penting bagi memastikan saham yang kita beli adalah liquid atau dalam maksud lain ada pembeli dan ada penjual. Dalam bahasa yang lebih mudah, saham tersebut ‘hidup’. Jadi, apakah cara terbaik menganalisa volume? Bagaimana volume dapat membantu mengenalpasti BULLISH atau BEARISH?

VOLUME PATTERN DAN KEGUNAANNYA

Dalam pasaran saham, selain data harga terdapat juga data volume. Volume penting bagi memastikan saham yang kita beli adalah liquid atau dalam maksud lain ada pembeli dan ada penjual. Dalam bahasa yang lebih mudah, saham tersebut ‘hidup’.

Jadi, apakah cara terbaik menganalisa volume? Bagaimana volume dapat membantu mengenalpasti BULLISH atau BEARISH?

1) PRICE UP, VOLUME UP (BULLISH)

Berdasarkan rajah di atas, dapat kita lihat apabila harga meningkat naik dan volume juga bergerak naik seiring pergerakan harga. Ini menunjukkan saham tersebut dalam keadaan sihat dan bullish atau dalam kata lain ‘accumulation’.

Antara sebab berlaku ‘accumulation’ adalah terdapat banyak fund yang masuk membeli saham tersebut sedikit demi sedikit atau dalam bahasa mudahnya jerung mula membeli.

2) PRICE UP, VOLUME DOWN (BEARISH)

Berdasarkan rajah di atas, dapat kita lihat apabila harga meningkat naik tetapi volume semakin berkurang, tidak seiring pergerakan harga. Ini menunjukkan saham tersebut akan melakukan corection, di mana volume buy merosot. Dan jika kita beli juga pada waktu itu, berkemungkinan akan hit stop loss.

Antara sebab berlakunya PUVD adalah kerana minat belian/demand terhadap saham tersebut semakin berkurangan atau boleh dikatakan momentum saham tersebut sudah pancit.

3) PRICE DOWN, VOLUME DOWN (BULLISH)

Berdasarkan rajah di atas, dapat kita lihat apabila harga jatuh dan volume semakin berkurang, bergerak turun seiring pergerakan harga. Volume yang dimaksudkan adalah volume sell.

Ini berlaku kerana momentum sell semakin lemah, dalam bahasa mudahnya ialah bearish pancit. Atau istilah lainnya ia dipanggil OVERSOLD. Saham sudah sampai ke bottom dan bersedia untuk melakukan reversal.

4) PRICE DOWN, VOLUME UP (BEARISH)

Berdasarkan rajah di atas, dapat kita lihat apabila harga jatuh tetapi volume semakin banyak, tidak seiring pergerakan harga. Volume yang meningkat naik adalah volume sell. Ini bermakna akan berlaku bearish.

Inilah kita namakan sebagai ‘distribution’. ‘Distribution’ bermaksud smart selling. Jerung menjual sedikit demi sedikit. Jangan salah faham. Jumlah sedikit bagi jerung adalah banyak bagi kita.

Share the Post:

2 thoughts on “Volume Pattern Dan Cara Analisa”

  1. AHMAD PUAD BIN HJ ZAKARIA

    Apa tindakan trader bila perkara berikut berlaku . Sila jawab : buy or sell
    1. Price Up, Volume down ( Bullish )
    Buy or Sell
    2. Price Down, Volume Down (Bullish )
    Buy or Sell
    3. Price Up , Volume Down ( Bearish )
    Buy or Sell
    4. Price Down , Volume Up ( Bearish )
    Buy or Sell
    Minta tolong jawab.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Buku Dato' Dr. Nazri Khan

AUTOPILOT MILLIONAIRE

Pra-tempah buku Autopilot Millionaire sekarang. 

Buku